Listrik Padam Bukan Halangan, Panel Surya Bantu Siswa SMAN 1 Paku Tuntaskan OSNP 2026

Barito Timur, potretborneo.com – Listrik padam bukan lagi alasan untuk menghentikan aktivitas akademik di SMAN 1 Paku, Kabupaten Barito Timur. Saat pemadaman listrik terjadi secara berkala di wilayah tersebut, panel surya justru menjadi penyelamat pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSNP) 2026 yang digelar secara digital selama tiga hari, 27 hingga 29 Juli 2026.

Kompetisi yang diikuti peserta didik tersebut tetap berlangsung lancar tanpa gangguan teknis berarti. Perangkat komputer dan koneksi internet yang menjadi kebutuhan utama pelaksanaan OSNP tetap berfungsi karena sekolah mendapatkan dukungan panel surya melalui Program Digitalisasi Pendidikan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran.

Kepala SMAN 1 Paku Wayan Sila Putra mengungkapkan, pemadaman listrik yang terjadi setiap hari sempat menjadi kekhawatiran karena OSNP sepenuhnya menggunakan sistem digital.

Namun, kekhawatiran tersebut dapat teratasi berkat keberadaan panel surya yang telah diterima sekolah. Ketika pasokan listrik utama terputus, sistem energi terbarukan tersebut langsung menopang kebutuhan listrik untuk perangkat ujian dan jaringan internet.

“Berkat adanya panel surya dari Pak Gubernur, Bapak Haji Agustiar Sabran dalam Program Digitalisasi Pendidikan, pelaksanaan OSNP dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis akibat mati lampu,” ujar Wayan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, keberadaan panel surya membuat peserta didik dapat mengikuti kompetisi dengan lebih tenang. Mereka tetap dapat mengerjakan soal secara digital tanpa harus terganggu oleh kondisi listrik yang padam.

“Sehingga siswa tetap dapat mengerjakan soal dengan nyaman dan tanpa terdistraksi,” lanjut Wayan.

Bagi tim proktor dan teknis OSNP SMAN 1 Paku, panel surya bukan sekadar fasilitas pendukung untuk menghemat penggunaan energi. Infrastruktur tersebut justru menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan ujian digital tetap berjalan ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.

“Bagi kami sebagai proktor dan tim teknis, keberadaan panel surya bukan cuma soal hemat energi, tetapi merupakan sistem pengaman utama yang memastikan seluruh rangkaian teknis OSNP berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala pasokan listrik,” ungkap tim teknis.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi digital dapat berjalan beriringan untuk mendukung layanan pendidikan. Bagi sekolah yang berada di wilayah dengan pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil, keberadaan panel surya dapat menjadi solusi untuk menjaga berbagai aktivitas pendidikan tetap berjalan.

Pelaksanaan OSNP 2026 di SMAN 1 Paku sekaligus menjadi salah satu gambaran manfaat nyata dari Program Digitalisasi Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dukungan infrastruktur yang diberikan tidak hanya menunjang proses pembelajaran, tetapi juga membantu sekolah melaksanakan berbagai kegiatan akademik yang membutuhkan perangkat digital dan koneksi internet.

Di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran, dukungan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, termasuk daerah yang masih menghadapi tantangan pasokan listrik.

Dengan kondisi teknis yang tetap terjaga, peserta OSNP 2026 di SMAN 1 Paku dapat berkonsentrasi penuh untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Mereka pun berkesempatan mengukir prestasi dan membawa nama Kabupaten Barito Timur serta Provinsi Kalimantan Tengah ke tingkat yang lebih tinggi.

Kisah pelaksanaan OSNP di SMAN 1 Paku menjadi bukti bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat. Ketika listrik padam, panel surya hadir sebagai penyelamat, memastikan proses kompetisi tetap berlangsung dan hak peserta didik untuk mengikuti kegiatan akademik tidak terganggu.(rah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *