Palangka Raya, potretborneo.com – Aspek kehati-hatian dan validasi data menjadi fokus utama dalam penyaluran Program Sekolah Gratis yang disampaikan Plt. Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat RDP bersama Komisi III DPRD Kalteng, Senin (2/3/2026).
Dalam forum tersebut, Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan kini diarahkan berbasis data agar akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal ini terutama berkaitan dengan program Sekolah Gratis yang menjadi bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) gagasan Gubernur H. Agustiar Sabran.
Ia menekankan pentingnya mitigasi risiko agar tidak terjadi kesalahan penafsiran terhadap program tersebut.
Menurutnya, perbedaan persepsi dapat menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di kemudian hari.
Dalam proses pemadanan data, dari total 35 ribu siswa pengusul, sebanyak 31.565 siswa telah terverifikasi dalam DTSEN.
Langkah ini menjadi dasar penting dalam menentukan penerima bantuan secara tepat sasaran.
Pemerintah daerah pun berkomitmen menjaga kredibilitas program melalui penguatan sistem data. (zah/red)
