Palangka Raya, PotretBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kebijakan digitalisasi pendidikan sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini terbukti berdampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 74,86.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.
“Pendidikan digital telah menjadi jembatan bagi anak-anak Kalteng untuk mengakses pembelajaran berkualitas di mana pun mereka berada,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Program digitalisasi yang dijalankan meliputi penguatan infrastruktur TIK, integrasi platform e-learning, pelatihan literasi digital guru dan siswa, serta pemanfaatan AI dalam pembelajaran interaktif.
Reza menjelaskan, kolaborasi dengan pemerintah pusat memperkuat efektivitas kebijakan tersebut. “Arahan Gubernur H. Agustiar Sabran sangat tegas: tidak boleh ada anak Kalteng yang tertinggal pendidikan. Itu prinsip utama kami di Dinas Pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turut memberikan apresiasi pada kemajuan pendidikan Kalteng.
“Program pendidikan di Kalimantan Tengah bukan hanya sejalan dengan kebijakan Presiden, tapi bahkan mendahului pusat. Ini patut menjadi contoh nasional,” ucapnya di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya beberapa waktu lalu, tepatnya pada (9/5/2025).
Dengan program digitalisasi yang terus diperluas hingga ke daerah terpencil, Kalteng kini menjadi salah satu provinsi dengan peningkatan IPM tercepat di Indonesia.(ana/red)
