‎Perkuat SDM Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Gandeng Pimpinan Kampus Wujudkan Satu Rumah, Satu Sarjana

PALANGKA RAYA – Dalam upaya mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju dan berdaya saing, Gubernur H. Agustiar Sabran kembali menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan dengan menggelar pertemuan strategis bersama para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Kota Palangka Raya, Rabu (9/4/2025). Bertempat di Istana Isen Mulang, agenda silaturahmi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 12 perguruan tinggi negeri dan swasta.

‎Pertemuan ini menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah daerah dan insan akademik untuk menyelaraskan visi dan langkah konkret menuju penguatan sumber daya manusia Kalimantan Tengah melalui program sekolah dan kuliah gratis yang sudah berjalan sejak 2023.

‎“Jangan sampai ada satu pun anak Kalteng yang putus sekolah karena faktor biaya. Kami ingin program sekolah dan kuliah gratis benar-benar menjangkau hingga ke pelosok, hingga ke anak-anak Dayak di pedalaman,” ujar Gubernur Agustiar dengan penuh semangat.

‎Dalam forum tersebut, Gubernur kembali menegaskan bahwa Program “Satu Rumah, Satu Sarjana” bukan hanya slogan, tetapi misi besar untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ia juga menyoroti peran Kartu Huma Betang yang dirancang sebagai fasilitas multifungsi untuk membantu masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

‎Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam laporannya menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 32 kampus yang menjadi mitra Pemprov dalam penyelenggaraan program kuliah gratis, termasuk 12 kampus yang hadir pada pertemuan kali ini.

‎“Setiap kampus diberi kuota beasiswa sesuai kapasitasnya. Dari total 10.000 mahasiswa penerima, kita ingin pastikan semua kabupaten/kota terwakili. Ini adalah langkah konkret pemerataan akses pendidikan tinggi,” jelas Reza.

‎Pemprov Kalteng telah menggelontorkan anggaran besar untuk mewujudkan program ini, yakni Rp123 miliar untuk sekolah gratis, dan Rp50 miliar untuk kuliah gratis melalui Biro Kesra. Program ini juga diarahkan untuk mencetak tenaga pendidik lokal yang kompeten dan siap mengabdi di daerah asal.

‎Dalam suasana yang penuh kolaborasi, para pimpinan perguruan tinggi menyampaikan sejumlah masukan kepada Gubernur. Di antaranya, pentingnya peningkatan kualitas sekolah dasar, dukungan untuk pendidikan vokasi berbasis potensi daerah, penguatan lembaga pendidikan keagamaan, hingga pembentukan Dewan Pendidikan Provinsi sebagai forum sinergi.

‎Tak hanya itu, beberapa rektor juga mendorong Pemprov untuk mulai menyelenggarakan kegiatan akademik berskala internasional, serta meningkatkan peran pendidikan dalam mencegah pernikahan usia anak, membangun karakter generasi muda, dan menyokong ketahanan pangan lewat regenerasi petani muda.

‎Menanggapi masukan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan rasa terima kasihnya dan menyambut baik setiap ide yang disampaikan. Ia menilai masukan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian akademisi terhadap masa depan Kalteng.

‎“Saya ingin program ini jadi gerakan bersama. Kita libatkan semua – perguruan tinggi, media, tokoh adat, tokoh agama – agar kebijakan kita benar-benar menjawab kebutuhan rakyat,” ungkap Gubernur.

‎Ia juga mengajak bupati dan wali kota se-Kalteng untuk ikut mengawal implementasi program kuliah gratis di daerah masing-masing, sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

‎“Kalau kita bersatu, maka satu rumah satu sarjana bukan angan-angan. Ini adalah warisan besar untuk generasi mendatang,” tutupnya. (red/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *