Predikat BB di SAKIP, Cermin Transformasi Manajemen Pendidikan di Kalimantan Tengah

Palangka Raya – Potret Borneo – Capaian predikat Sangat Baik (BB) dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2024 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan simbol pentingnya transformasi tata kelola birokrasi menuju lembaga pendidikan yang modern, transparan, dan berdampak.

Dengan skor 73,80—naik signifikan dari tahun sebelumnya sebesar 71,10—Dinas Pendidikan Kalteng menunjukkan bahwa akuntabilitas kinerja bukan hanya urusan administratif, tetapi bagian dari fondasi membangun sistem pendidikan yang menjangkau hingga ke pelosok dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan bahwa predikat ini adalah buah kerja kolektif yang mengedepankan sinergi, efisiensi program, serta keberanian untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem dari dalam.

“Capaian ini bukan hanya soal laporan dan angka. Ini tentang perubahan cara berpikir, dari sekadar menjalankan tugas menjadi membangun dampak,” ujar Reza Prabowo di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2025).

Empat komponen utama dalam SAKIP—perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi internal—seluruhnya menunjukkan perbaikan. Terutama pada aspek Pengukuran Kinerja, yang naik signifikan, mengindikasikan bahwa Dinas Pendidikan Kalteng mulai benar-benar menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang strategis dan terukur.

Reza menekankan bahwa transformasi sistemik ini sejalan dengan visi besar Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo yang menjadikan pendidikan sebagai sektor prioritas dalam pembangunan daerah.

“Kita ingin setiap program pendidikan bukan hanya dilaksanakan, tapi bisa dipertanggungjawabkan secara publik. Akuntabilitas ini menjadi bukti bahwa kita serius membenahi dari hulu ke hilir,” lanjutnya.

Berbagai indikator pendidikan juga memperkuat narasi positif ini. Misalnya, angka partisipasi murni SMA/SMK mencapai 102,83% dari target, dan angka melek huruf menembus 99,89%, nyaris sempurna. Meskipun masih ada pekerjaan rumah dalam persentase guru bersertifikat yang baru mencapai 80,27% dari target, perencanaan peningkatan kualitas SDM tetap menjadi fokus pembenahan ke depan.

Tak hanya itu, hasil Asesmen Numerasi dan peningkatan mutu laporan kinerja sekolah turut menjadi sorotan. Dinas Pendidikan memastikan bahwa data dan hasil evaluasi akan dijadikan acuan dalam menyusun rencana aksi yang lebih efisien dan berdampak.

“Kami akan memperkuat pemantauan rencana aksi dan mengajak seluruh pegawai memahami indikator kinerja sebagai panduan kerja, bukan sekadar beban administratif,” tegas Reza.

Predikat BB dalam SAKIP bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk lompatan lebih jauh: menuju pendidikan yang tidak hanya cerdas secara sistem, tapi juga berani dan adil dalam dampaknya bagi generasi muda Kalimantan Tengah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *