Palangka Raya, Potret Borneo – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan rasa percaya diri dan kemampuan mereka di hadapan publik. Acara penutupan tersebut berlangsung di Aula Berkah Disdik Kalteng, Rabu (14/5/2026).
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo usai ditetapkannya para pemenang melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 421.7/PPK.03/V/2026 yang ditetapkan di Palangka Raya pada 13 Mei 2026.
“Ajang ini kami harapkan dapat terus memotivasi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka di bidang seni dan budaya,” ujar Muhammad Reza Prabowo.
Menurutnya, FLS3N ABK menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari bercerita, cipta puisi, desain grafis, fotografi, film pendek, hingga seni peran dan pencak silat.
Pada cabang Bercerita tingkat SMPLB/SMALB, Muhammad Al-Hafsa dari SKH Melati Ceria Sampit berhasil meraih Juara I. Sementara pada cabang Cipta dan Baca Puisi, posisi terbaik diraih Cevanya Lestari dari SKH Negeri 1 Pulang Pisau.
Prestasi lainnya juga diraih Ahmad Rafa dari SKH Negeri 1 Palangka Raya yang berhasil menjadi juara pada cabang Desain Grafis. Sedangkan pada cabang Fashion Show, Naycilla Kanaya Zaharatun Nisa dari SKH Melati Ceria Sampit tampil memukau dan sukses meraih posisi pertama.
Selain itu, cabang Pencak Silat dimenangkan oleh Muhammad Ramadhan Azral Masaid dari SKH Negeri 1 Palangka Raya, sementara cabang Seni Peran tingkat SMPLB/SMALB berhasil diraih Raguel Rayvando dari sekolah yang sama setelah tampil impresif di hadapan dewan juri. (zah/red)
