Hadapi Puncak Karhutla, Kalteng Minta Tambahan 7 Helikopter Water Bombing

Palangka Raya, potretborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta penguatan dukungan pemerintah pusat untuk menghadapi peningkatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi sepanjang puncak musim kemarau. Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Agustiar Sabran dalam laporan perkembangan Karhutla Kalteng kepada Presiden Prabowo Subianto, Minggu (23/8/2026).

Dalam laporan tersebut, Agustiar menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan, mulai dari tambahan armada pemadaman udara, peralatan pemadaman darat hingga pembangunan sumber air. Pemprov Kalteng mengusulkan penambahan hingga tujuh unit helikopter water bombing yang akan ditempatkan di Sampit dan Pangkalan Bun.

Penempatan armada di dua wilayah tersebut dinilai penting untuk mempercepat jangkauan penanganan, khususnya wilayah barat Kalteng. Selain helikopter, pemerintah daerah juga membutuhkan kendaraan operasional, pompa portabel, selang, nozzle, tangki air dan alat komunikasi untuk memperkuat operasi darat.

Kebutuhan penguatan tersebut sejalan dengan meningkatnya Karhutla di Kalteng. Hingga 21 Agustus 2026 tercatat 19.992 hotspot dan 1.639 kejadian, dengan estimasi luasan terbakar berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencapai 7.634,46 hektare.

Saat ini sebanyak 10.700 personel telah disiagakan secara terpadu, sementara BNPB memberikan dukungan operasi udara berupa pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca, helikopter patroli dan empat helikopter water bombing. Pemprov juga mengharapkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB untuk memperkuat pemadaman darat.

Selain dukungan operasional, pembangunan sumur bor dan embung di lokasi rawan Karhutla menjadi salah satu kebutuhan prioritas. Pemerintah daerah mengharapkan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan ketersediaan sumber air di kawasan rawan kebakaran.

Agustiar menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dalam menghadapi Karhutla. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi peningkatan Karhutla,” tegasnya, seraya memastikan optimalisasi personel, sarana prasarana, patroli, pemadaman dan OMC terus dilakukan secara cepat, terukur dan efektif.(rah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *