PotretBorneo.com – KATINGAN HULU – SMAN 1 Katingan Hulu tidak hanya menjalankan proses penerimaan murid baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, tetapi sekaligus mulai memetakan kemampuan calon murid sejak awal. Pemetaan dilakukan melalui tes literasi, numerasi, dan pengetahuan umum yang menjadi bagian dari rangkaian seleksi.
Hari pertama SPMB yang dilaksanakan secara luring di lingkungan sekolah pada Senin (22/6/2026) berlangsung lancar dan tertib. Hingga akhir pelayanan, sebanyak 100 calon murid baru tercatat mengikuti proses pendaftaran dan seleksi di sekolah tersebut.
Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Katingan Hulu, Silvia Shinta, menjelaskan bahwa setiap calon murid terlebih dahulu mengikuti tahapan administrasi, mulai dari pengambilan dan pengisian formulir hingga verifikasi persyaratan. Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan, calon murid kemudian mengikuti tes yang disiapkan sekolah.
“Tes ini bertujuan untuk memperoleh gambaran awal kemampuan calon murid. Hasilnya akan menjadi salah satu dasar bagi sekolah dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik murid,” jelas Silvia.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat proses SPMB tidak berhenti pada kegiatan seleksi. Data yang diperoleh dari tes juga dapat menjadi informasi awal bagi sekolah untuk memahami karakteristik kemampuan calon murid sebelum mereka memasuki tahun pelajaran baru.
Kepala SMAN 1 Katingan Hulu, Dina Fahdiani, mengatakan pelaksanaan SPMB tetap mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, serta kesempatan yang sama bagi seluruh calon murid. Seluruh panitia telah diarahkan untuk menjalankan tahapan penerimaan sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
“SPMB bukan sekadar proses penerimaan murid baru, tetapi juga wujud komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas. Seluruh tahapan harus dilaksanakan secara transparan, objektif, dan bebas dari pungutan biaya sehingga setiap calon murid memperoleh kesempatan yang sama,” tegas Dina.
Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, SMAN 1 Katingan Hulu membuka daya tampung 144 murid baru dalam empat rombongan belajar. Kuota tersebut terbagi melalui jalur domisili minimal 35 persen, afirmasi minimal 30 persen, prestasi minimal 30 persen, dan mutasi maksimal 5 persen.
Pelaksanaan SPMB sendiri telah melalui tahap sosialisasi kepada masyarakat sejak 2 hingga 30 Mei 2026. Pendaftaran berlangsung 22–25 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 29 Juni, kemudian daftar ulang bagi calon murid yang dinyatakan lulus pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026.
Bagi sekolah, informasi yang diperoleh melalui rangkaian penerimaan menjadi bagian penting dalam menyiapkan pembelajaran. Hasil pemetaan kemampuan calon murid dapat membantu guru mempertimbangkan strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik ketika tahun pelajaran baru dimulai.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen SMAN 1 Katingan Hulu untuk terus memperkuat literasi, numerasi, karakter, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Sekolah juga berupaya membangun budaya belajar yang berpusat pada murid agar setiap peserta didik dapat berkembang sesuai potensi dan bakatnya.
Dengan menggabungkan proses penerimaan dan pemetaan kemampuan sejak awal, SMAN 1 Katingan Hulu berharap kehadiran murid baru nantinya dapat diikuti dengan layanan pembelajaran yang semakin tepat sasaran. Sekolah optimistis langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan setiap murid.(rah/red)
