PALANGKA RAYA, potretborneo.com – Pelaksanaan Penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi ajang pembekalan bagi murid baru. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran untuk melihat dan mengetahui secara langsung kondisi peserta didik dari berbagai sekolah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, usai kegiatan Penguatan MPLS yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (16/7/2026). Menurutnya, pelaksanaan MPLS secara terpusat merupakan gagasan langsung Gubernur agar dapat menyapa sekaligus berdialog dengan murid baru.
Reza Prabowo menjelaskan, selama ini kegiatan MPLS umumnya dilaksanakan di masing-masing sekolah. Namun, Gubernur menginginkan adanya ruang pertemuan yang memungkinkan dirinya berinteraksi langsung dengan peserta didik dari berbagai wilayah.
“Karena Pak Gubernur ingin menyapa. Karena Pak Gubernur ingin tahu kondisi sesungguhnya anak-anak kita,” ujar Reza Prabowo.
Menurut Kadisdik Kalteng, keinginan Gubernur untuk melihat kondisi peserta didik secara langsung merupakan bagian dari pola kepemimpinan yang tidak hanya mengandalkan laporan dari perangkat daerah. H. Agustiar Sabran, kata Reza, ingin memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui dari kondisi lapangan.
“Beliau tidak mau hanya mendengar laporan dari saya. Pak Gubernur itu lebih percaya kalau melihat langsung. Setelah melihat sendiri, baru beliau mengetahui kondisi yang sebenarnya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran bahkan berdialog langsung dengan sejumlah murid. Pertanyaan yang disampaikan menyangkut berbagai hal sederhana, mulai dari asal sekolah, pekerjaan orang tua, hingga kondisi keluarga dan layanan pemerintah yang telah diterima.
Bagi Reza, dialog tersebut memiliki makna penting karena pemerintah dapat memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kondisi sosial peserta didik. Terlebih, perhatian Gubernur juga diarahkan untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Pak Gubernur melihat langsung kondisi anak-anak. Bahkan beliau memperhatikan perlengkapan sekolah mereka. Yang beliau ingin pastikan adalah jangan sampai ada anak Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, perhatian tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Pendidikan harus dapat dirasakan seluruh anak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi ekonomi keluarga.
Selain menjadi ruang bagi Gubernur untuk menyapa murid, kegiatan Penguatan MPLS juga diisi dengan pembekalan pendidikan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan motivasi belajar. Kehadiran Kapolda Kalimantan Tengah, Pangdam XXII/Tambun Bungai, serta unsur Forkopimda lainnya turut memberikan pengalaman dan motivasi tersendiri bagi peserta didik.
Reza Prabowo menilai pendekatan langsung tersebut mampu memberikan kesan positif bagi murid baru. Para peserta didik yang selama ini mungkin hanya mengenal pemimpin daerah melalui media, kini memiliki kesempatan melihat dan berinteraksi secara langsung.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka merasa senang bisa bertemu langsung dengan Bapak Gubernur dan mendengarkan pesan-pesan beliau secara langsung,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan sarana dan program pendidikan, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah peserta didik.
Kadisdik Kalteng berharap pola pendekatan tersebut dapat terus dikembangkan dan dievaluasi sehingga kegiatan serupa dapat memberikan manfaat yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.
“Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus kita evaluasi dan kita laksanakan setiap tahun. Harapannya semakin banyak anak-anak yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Reza Prabowo.
Melalui pertemuan langsung antara pemimpin daerah dan peserta didik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ingin memastikan bahwa suara dan kondisi anak-anak benar-benar menjadi perhatian dalam pembangunan pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat belajar sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi generasi muda di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.(rah/red)
